08 April 2017

Dunia Baru di Masa Yang Akan Datang



Menjadi dewasa terlalu banyak pilihan, terkadang sulit membedakan antara mimpi dengan ambisi. apa yang selalu kita kejar kadang berbalik dengan apa yang harus kita pertahankan. seperti pelajaran, hidup terkadang juga sesusah itu, kadang melakukan hal yang tepat menjadi pencapaian yang berarti tetapi sering nya menjadi energi yang tidak hidup, khususnya untuk diri sendiri. 
kita tau apa yang menjadi bumerang untuk masa depan mimpi-mimpi kita. tapi sebagian orang memandang terkadang mimpi tidak bisa cukup mengganti kata materi. tetapi, tidak ada yang bisa menggantikan apa pun selain mewujudkan mimpi. sejauh ini kita harus melalui apa yang disebut dengan bosan. jera dengan hidup yang biasa-biasa saja, hidup yang membawa kita menjadi manusia yang berbeda, hidup yang hanya milik diri kita, bukan hidup yang kita habiskan untuk berguna untuk hidup manusia lainnya. 
suatu hari aku bangun dengan sejumlah pertanyaan, aku melalui apa yang aku jalani selama ini begitu berguna untuk orang lain dan mampu mencukupi diriku sendiri, tapi bukan itu yang aku fikirkan, aku berusaha bertanya pada diriku sendiri, mencoba menata kembali kepingan kenangan yang telah aku lalui setelah hidup sendiri, aku begitu bebas, begitu bisa mengejar ambisi. namun ku sadari, aku jauh dari hidup yang aku inginkan, rasanya terbang dengan kedua kakiku sendiri namun ada tali yang dikendalikan orang lain, tidak berjalan mulus seperti yang yang diinginkan. dengan itu aku mencoba mencari tau apa yang sebenarnya selalu manusia mau, hidup normal, yang berarti kita melepaskan tali lalu terbang menuju arah yang kita tau tanpa tuntunan namun tetap pada jalurnya, intinya akan sama saja dengan melangkah untuk mencukupi apa yang menjadi kebutuhan namun tetap dijalur yang kita inginkan. setelah cukup lama bergelut dengan fikiran, maka coba dengarkan dengan perasaan.
menjadi sedikit introved mungkin sulit dengan kondisi pekerjaan yang mengharuskan kita berbagi cerita dengan orang lain, sulit untuk menuangkan apa yang ada dalam fikiran. mungkin akan ada yang berubah menurut pandangan orang lain. tapi bukannya kita hidup dengan pilihan? mencari mimpi sama dengan mencoba mencintai diri kita sendiri, dan itu dimulai dengan mengenali, apa yang harus dijalani, apa yang harus kita lalui, apa yang ingin kita lakukan, dan apa yang akan kita mulai duluan. 
aku memulai dengan apa yang biasa ku lakukan, yang tidak pernah aku sadari sepenuhnya. aku mencintai waktu ketika aku membaca buku, aku tidak suka nonton, kedengarannya aneh memang tapi menurutku film menjadi bagian dari angan-angan orang lain. menciptakan imajinasi yang mengharuskan kita mengikuti, melihat secara nyata dengan mata, bukan membuka apa yang harus kita kembangkan dengan fikiran kita sendiri. 
aku mencintai musik, bukan selalu dengan kata-kata tetapi nada. aku mencintai setiap nada yang ku dengar, aku menikmati apa yang diciptakan oleh manusia-manusia super lebih itu, mereka menciptakan sesuatu yang mudah dicerna namun sulit. mereka menciptakan hal bias menjadi bukti yang hidup.
aku menikmati dua hal yang indah dalam hidupku yang tidak pernah aku sadari secara penuh. aku mulai terbiasa membaca diriku sendiri, apa yang membuatku terasa hidup, membuat hidupku menjadi lebih ada. 
hal yang membuat kita harus tampak sama adalah, berada dalam zona orang lain. 
aku begitu menyukai dataran tinggi, hal yang membuatku sempurna dalam hening. memandang apa yang tidak terlihat oleh orang lain, dan hal yang ku sadari pertama kali adalah aku kurang liburan (hehehe). dan aku memutuskan untuk memberi diriku ruang nyaman dengan meninggalkan pekerjaan yang kukejar selama ini, memulai untuk bergerak ke tempat yang jauh lebih nyaman. rasanya bebas. 
aku mulai menulis apa yang aku rasakan, mulai menjalankan apa yang aku inginkan, mendengar apa yang membuatku tenang. rasanya jauh lebih baik dari begitu banyak yang aku jalankan selama ini. tidak perlu ada orang lain yang membuat diriku berfikir sejauh ini.


23 September 2016

Apapun yang ingin dikatakan, katakanlah.

Hello,

Terlalu banyak cerita di balik 300 hari lebih di kota ini sejak pertama kali aku memutuskan menginjakkan kakiku kesini, hal yang  tidak pernah aku bayangkan akan mengalir di hidupku, ketika matahari yang kuanggap cerah ternyata kelam kelabu, ketika aku bangkit menuju cerah ternyata hanya anganku bukan nyata, ketika suatu hari ternyata aku membuat sebuah keputusan yang salah untuk pindah. ketika tahun lalu, aku masih punya cerita yang terlihat hidup, di kota itu. aku ingat bagaimana sahabat-sahabatku mengatakan sesuatu untuk mengalihkan perhatianku untuk pindah, namun keputusanku, waktu itu terlalu benar.
Aku memutuskan untuk menulis post ini dengan bahasa Indonesia, untuk berbagi dengan kalian semua, yang menganggap mungkin aku baik-baik saja. lihatlah.. aku baik, tapi ternyata tidak cukup baik untuk menyimpan semuanya selama setahun belakangan ini. Semua mengubah cara pandangku. cara pandang yang salah menurut mereka, namun tidak untukku.
Kebodohanku yang pertama, adalah percaya begitu saja. aku tidak menyalahkan siapapun, hanya aku yang salah. bahkan menyerahkan hidupku adalah ingatan buruk yang pernah begitu aku sesali, lebih dari apapun, hidup itu tidak akan kembali lagi.
malam itu kembali pada ingatanku, tidak perlu tahu bagaimana bisa berakhir, yang jelas aku bersyukur tuhan memberiku hidup. namun, tahukah apa yang ku alami sekarang? tuhan kembalikan semua menjadi bahagia, namun 12 bulan memulai hidup baru bahkan tidak mampu mengurangi rasa ketakutanku. takutku pada malam itu.
ingin rasanya aku memendam rapat-rapat perasaan ini, namun tak pernah bisa. keyakinanku, bahkan kepercayaan diriku menjadi tidak baik. beberapa malam sebelum ulang tahunku, rasa sakitnya tidak sebanding dengan ingatanku. rasa sakitnya tidak sebanding dengan ingatan melihat orang lain dengan jelas menghancurkan hidupmu, membuatmu sengsara berbulan-bulan, membuatmu tidak bisa tidur, membuat ulang tahunmu menjadi menakutkan, membuatmu berhari-hari tidak bisa makan, membuatmu badanmu serasa dipatahkan, membuat malu keluargamu, membuat yang seharusnya tak pantas dilakukan untukmu, meninggalkan bekas luka yang hingga sekarang masih ada. membuat semuanya menjadi mimpi buruk, dan akhirnya pergi begitu saja, datang- pergi- menyakiti begitu seterusnya.
hingga kini, aku hanya bisa berharap aku tidak pernah bertemu dengan laki-laki manapun. aku tidak pernah bisa membuka hatiku untuk mereka, cuma terlihat senyum palsuku yang selalu kupaksakan, berusaha baik, berusaha terlihat tertarik. semua tidak semenarik itu. aku terlalu takut bermain-main, cukup rasanya bodoh.
Semua yang ku jalani setahun ini rasanya penuh kebohongan, aku tidak pernah jujur pada diriku sendiri hingga sekarang, bahkan aku tak pernah mau percaya pada perasaanku, aku tidak pernah mau kembali pada diriku yang dulu, tidak perduli seberapa sakitnya pada perasaan yang ku pendam. lebih baik begini, mungkin lebih baik.
Berbulan-bulan terus berjuang sendiri, hingga saatnya aku berdiri dan mengangkat kepalaku. berjanji tidak akan pernah memaafkan dia. sampai detik ini. 


*aku berjanji tidak akan post ulang cerita begini, ini pertama dan terakhir. terima kasih untuk kalian yang mengerti.

15 Juli 2015

see you.. Yogyakarta!



 for the first time I left Yogyakarta, to allow time I will not go back there again.
leaving all the memories for 6 year stay there. friends, my sweet room, comfort, tranquility, memory, singing.
I loved the city, many things make me an adult. I thought I could move, but it was difficult to move on from that city. a city so much laughter, tears, joy, and happiness. 
 i love you so much. 
i love you.












Welcome Jakarta!

07 Juli 2014

friends-ship!





Hello Everybody, miss you for a long time.



Welcome to soundcloud !
follow and enjoy :)